Parenting Tips: Menghadapi Anak di Usia Golden Age

 

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak terutama dalam masa Golden Age. Golden Age merupakan fase di mana otak berkembang sangat cepat dan merupakan fase terpenting dalam perkembangan anak. Hal ini terjadi ketika anak berusia 0-5 tahun. Di mana pembentukan sistem syaraf sudah terjadi. Hal ini menyebabkan anak-anak menjadi sangat kritis dalam masa perkembangannya dan biasanya pengalaman pertama dalam kehidupan mereka akan secara otomatis terekam di alam bawah sadarnya dan akan mempengaruhi bagaimana mereka bersikap dikemudian hari nantinya.

Beberapa hal yang mungkin dapat diperhatikan dan dilakukan orang tua dalam masa Golden Age sang anak:

  • Berikan contoh yang baik dalam bersikap
    Anak-anak cenderung lebih mudah mencontoh sesuatu yang buruk. Maka ketika orang tua mengajarkan sesuatu yang positif kepada anaknya namun orang tuanya sendiri tidak melakukan hal positif tersebut, maka anak akan lebih cenderung mengikuti contoh yang ada ketimbang edukasi yang diberikan. Maka dari itu sangat dihimbau untuk orang tua agar mencontohkan juga hal positif yang diajarkan kepada anak-anaknya. Contohnya: Jika orang tua selalu mengajarkan untuk sabar dalam suatu masalah namun dilain sisi orang tua tersebut sangat emosional, maka dengan berjalannya waktu anak itu akan menjadi anak yang emosional. Berbeda dengan jika orang tua berjalannya waktu dia juga akan mencontohnya.
  • Luangkan waktu untuk anak dan mengajak anak bercerita
    Untuk beberapa orang tua yang mungkin sibuk dengan pekerjaan, siapkanlah waktu yang berkualitas untuk anak dan bercerita dengan anak karena bagaimanapun peran orang tua sangat penting untuk ada dalam setiap masa tumbuh kembang anak dan menjadi pendengar cerita anak, sehingga anak itu tidak merasa sendiri, mengajak anak bercerita juga penting agar anak juga mau terbuka kepada orang tuanya. Contohnya: Ketika anak sudah mulai bersekolah, tanyalah mengenai aktivitasnya hari ini dan sebagainya, setidaknya ada komunikasi yang terjalin, dan sebagai orang tua juga harus open-minded agar anak juga leluasa dalam menceritakan sesuatu.
  • Menghargai usaha, prestasi dan setiap hasil karya anak
    Setiap anak mempunyai perkembangan yang berbeda-beda dan peran kita sebagai orang tua adalah menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung setiap perkembangan mereka. Contoh: anak-anak yang baru bisa menggambar abstrak dan menunjukkan hasil karyanya kepada kita, kita harus menghargai setiap step yang mereka tunjukan agar mereka juga semangat. Sikap menghargai ini juga bisa dipelajari anak agar anak nantinya juga bisa menghargai orang lain.
  • Mengajak anak untuk ikut serta dalam kegiatan
    Anak-anak bisa dirangsang stimulusnya dari kecil agar mau ikut terlibat dalam suatu aktivitas, agar mau ikut membantu dan menumbuhkan rasa kepedulian dan solidaritas. Contohnya: ketika anak baru bangun tidur dan ibunya meminta sambil mengajari anaknya untuk ikut serta membereskan tempat tidurnya, kemudian ketika anak selesai bermain, sang anak diminta untuk membereskan mainannya kembali ke tempatnya.
  • Mengajari anak untuk bertanggung jawab
    Anak-anak harus mulai belajar tanggung jawab sejak usia dini. Dan bisa dimulai dengan beberapa hal kecil agar terbentuk kebiasaannya dalam bertanggung jawab atas sesuatu, misalnya menyusun kembali mainannya ke tempatnya setelah selesai memainkannya. Dan harus bisa menjaga barang miliknya agar tidak rusak (misal: tas, pensil, dll).

Setiap hal kecil dalam kehidupan mungkin bisa menjadi awal dari sesuatu yang besar nantinya. Setiap fase dalam kehidupan seseorang tidak akan pernah bisa diulang lagi, sehingga kita harus memberikan dan melakukan yang terbaik terutama dalam masa Golden Age sang anak.

Related Content: